Oleh: blogfirman | 4 Desember 2009

PANDANGAN ISLAM MENGENAI BUNUH DIRI

Hikmah jum’at kali ini, mengajak kita semua untuk menganalisa suatu fenomena kemanusiaan yang akhir-akhir ini marak terjadi , yaitu bunuh diri. Hal ini terjadi, salah satu di antaranya karena lemahnya iman dan putus asa dalam menghadapi kehidupan dunia. Sebagai seorang mukmin seharusnya kita yakin bahwa “di dalam kesulitan pasti ada kemudahan, dan Allah SWT tidak akan menguji hamba-NYA melebihi batas kemampuannya. Dan “ Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”

Allah SWT berfirman ;

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu[287]; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” QS. Annisa, ayat 29

Keterangan;

[287]  larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh orang lain, sebab membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri, Karena umat merupakan suatu kesatuan.

Bagaimana pandangan Islam mengenai bunuh diri….?

Nilai manusia dalam pandangan Dinul Islam sangatlah tinggi. Bahkan masalah kemanusiaan, menjadi topik utama yang dibahas dalam Al Qur’an. Telah diajarkan dalam kitabNya bahwa “menghilangkan satu saja nyawa manusia (apapun keyakinannya) tanpa haq seolah-olah telah membinasakan seluruh manusia. Sebaliknya menghidupi satu saja jiwa manusia seolah-olah ia telah menjaga kehidupan seluruh manusia”.

Maka apapun alasannya perilaku merusak kepentingan umum, membunuh diri dan orang lain tanpa haq tidak ada kamusnya untuk dibenarkan dalam syariat Dinullah. Berikut ini beberapa alasan yang semestinya difahami oleh manusia tentang hukum bunuh diri, khususnya pelaku bunuh diri:

“oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia seluruhnya. dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.” (Qs. Al Maidah : 32)

[411]  Yakni: membunuh orang bukan Karena qishaash.

[412]  hukum Ini bukanlah mengenai Bani Israil saja, tetapi juga mengenai manusia seluruhnya. Allah memandang bahwa membunuh seseorang itu adalah sebagai membunuh manusia seluruhnya, Karena orang seorang itu adalah anggota masyarakat dan Karena membunuh seseorang berarti juga membunuh keturunannya.

[413]  ialah: sesudah kedatangan Rasul membawa keterangan yang nyata.

Kebenaran hanya milik Allah SWT,  jika ada kesalahan dalam penyampaiaan tak lain dari kesalahan penulis. Untuk itu mohon dimaafkan. Semoga Bermanfaat….!!!

Hikmah Jum’at, 4 Desember 2009


Responses

  1. HHmm… wes tak buka toh… n T.O.P B.G.T deh,, kl sering2 brknjung g pp kn? n kl mo sharing jg blh kn? trz kl crhat blh g?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: