Oleh: blogfirman | 13 Desember 2009

MEMAKNAI HIDUP SEBAGAI MUSLIM

Tak sedikit dari kita, memaknai hidup ini hanya sekedar hidup. Sekedar menjalani rutinitas tanpa beban, seperti air mengalir dan tak pernah memikirkan makna hidup. Ketahuilah anda adalah seorang Muslim. Diciptakan Allah SAW dari tanah, kembali lagi ke dalam tanah, kemudian menuju rumah abadi, Surga atau Neraka.

Bagaimana kita memaknai hidup? Salah satu point utama kita memaknai hidup sebagai muslim adalah, Apakah Akhlak kita sudah baik…? Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita untuk berakhlak baik. Rasullullah SAW bersabda; “ Sesungguhnya aku diutus untuk memperbaiki akhlak manusia”.  Selain itu ketahuilah Nabi Muhammad SAW bersabda, bahwasanya “inna min ahabbikum ilayya ahsanakum akhlaq” sesungguhnya orang yang paling aku cintai dari ummatku adalah yang paling baik akhlaknya.


Sesi Tanya jawab

Tanya:

Terkadang kita dalam hidup ini, merasakan sesuatu dimana kita dalam keadaan down. Menurut pandangan bapak, Bagaimana caranya kita mengobati diri yang sedang down tersebut..?

Jawab;

Menurut pendapat saya, sebelum kita mencari dokter penyembuh atau meminta orang lain untuk menyembuhkan diri kita.hendaknya kita mulai terlebih dahulu berusaha mengobati dari dalam diri kita sendiri. Kemudian apa yang harus kita lakukan..? Kembalilah mengingat kepada Allah SWT, karena apapun keadaan kita didalam menjalani hidup ini merupakan scenario dari_NYA. Entah kita dalam keadaan bahagia, susah , senang, sedih dan lain sebagainya.

Tanya:

Saya mempunyai teman yang ingin memakai jilbab. Dan saya sebagai seorang sahabat, sekaligus muslim sudah berusaha memotivasi dia untuk memakai jilbab. Tetapi dia masih ragu, dan takut karena hatinya belum memakai jilbab dan butuh proses untuk itu. Bagaimana saya harus memotivasi kepada teman saya dan yang dimaksud membutuhkan prose situ seperti apa…?

Jawab ;

Terima kasih atas pertanyaannya. Katakanlah kepada teman Anda untuk mencoba memakai jilbab terlebih dahulu. Insyaallah setelah itu, jika teman Anda telah memantapkan hatinya untuk berjilbab. Perlahan dengan sendirinya, hati nuraninya akan bisa memaknai arti berjilbab itu sendiri. Jadi, bukan hanya untuk berpakaiannya saja, tetapi dalam pengamalannya.

Yah memang benar, semuanya butuh proses. Namun kapan proses itu akan berjalan jika anda belum berusaha memakai jilbab itu sendiri. Dan bagaiman Anda bisa memiliki hati yang berjilbab. Jika Anda belum terketuk hatinya untuk menutupi fisik Anda. Seharusnya, langkah pertama anda mengenakan jillbab itu sendiri. Dan tidak perlu menunggu hati, untuk siap berjilbab.

Intisari Kajian ;

Percaya dirilah, kita sebagai Seorang Muslim yang “Never Ending” tidak pernah berhenti untuk berusaha membentuk pribadi dengan akhlak yang baik.

Kebenaran hanya milik Allah SWT,  jika ada kesalahan dalam penyampaiaan tak lain dari kesalahan penulis. Untuk itu mohon dimaafkan. Semoga Bermanfaat….!!!

Pembicara        : Ustadz Ir. Bachnas, M.Sc.

Tempat              : Maskam Fakultas Teknik UTY

Supported        : Keluarga Mahasiswa Islam ( KMI ) UTY


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: