Oleh: blogfirman | 19 Desember 2009

Kisah Abu Bakar Siddiq Pada Masa Nabi

Dalam  catatan sejarah yang mengcover seluruh peristiwa dunia Islam selalu disandarkan pada masa hijrah Nabi dari Mekkah ke Madinah. Peristiwa besar hijrah menjadi tanda permulaan sejarah Islam, kala itu awal mula Allah memberikan kemenangan kepada Rasulullah di tanah suci, satu diantaranya perbuatan makar yang hendak membunuh Rasulullah. Dalam situasi demikian hanya Abu Bakar sendiri yang menemani Rasulullah. Bahkan, hingga sakitnya ketika tak kuat mengimami shalat, Rasulullah minta Abu Bakar menggantikannya.

Abu Bakar adalah muslim pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Sejak masuk Islam besar sekali jasanya membantu Rasulullah dalam berdakwah dan membela kaum muslimin. Maka, tak heran jika kemudian kaum muslimin mengangkatnya sebagai pengganti Rasulullah. Dia yang memulai sejarah lahirnya kedaulatan Islam, menyebar ke timur dan barat, India dan Tionghoa di Asia, Maroko dan Andalusia di Afrika dan Eropa.

Menurut biografi Abu Bakar disebutkan bahwa namanya Abdullah bin Abi Quhafah, dan Abi Quhafah ini nama sebenarnya Usman bin Amir, dan ibunya, Ummul-Khair, sebenarnya bernama Salma binti Sakhr bin Amir. Sebelum Islam ia bernama Abdul Ka’bah, Rasul kemudian memanggil Abdullah setelah masuk Islam. Ia bahkan dijuluki Atiq karena warna kulitnya yang putih.

Semasa kecil Abu Bakar hidup seperti umumnya anak-anak di Mekah. Memasuki usia remaja ia berkerja sebagai pedagang pakaian, dari usahanya ini kemudian ia sukses. Kawin di usia muda dengan Qutailah binti Abdul Uzza lalu lahir Abdullah dan Asma Kawin lagi dengan Umm Rauman binti Amir bin Uwaimir yang melahirkan Abdur-Rahman dan Aisyah. Di Madinah ia sempat kawin dengan Habibah binti Kharijah, lalu dengan Asma binti Umais lahirlah Muhammad. Kian hari usaha dagangnya juga maju dengan pesat.

Kesuksesannya dalam berdagang disebabkan karena pribadi dan wataknya. Putrinya Aisyah Ummulmukminin melukiskan, ayahnya Abu Bakar yang berperawakan kurus, putih, sepasang bahunya kecil, muka lancip, matanya cekung, dahinya agak menonjol dan urat tangan yang tampak jelas. Aisyah menyebutkan bahwa ayahnya tak pernah minum khamr (arak) sejak sebelum masuk Islam maupun sesudahnya. Perangainya begitu damai, lemah lembut dan sikapnya tenang, tak mudah terdorong hawa nafsu. Ia seorang ahli genealogi ahli silsilah bicaranya sedap dan pandai bergaul.

Hidup dan tinggal di Mekkah, sekampung dengan Khadijah Binti Khuwailid, tempat para saudagar dalam perjalanan musim dingin dan panas ke Syam dan Yaman. Itulah yang membuat hubungannya dengan Muhammad dekat terutama setelah Muhammad kawin dengan Khadijah. Keakraban keduanya seperti digambarkan Aisyah: “Yang kuketahui kedua orang tuaku sesudah memeluk agama ini, dan setiap kali lewat di depan rumah kami, Rasulullah selalu singgah ke tempat kami , pagi atau sore.

Sejak hari pertama masuk Islam, Abu Bakar sudah bersama-sama dengan Muhammad melakukan dakwah demi agama Allah. Karena pengaruhnya besar, banyak yang ikut jejaknya menerima Islam. Seperti Usman bin Affan, Abdur-Rahman bin Auf, Talhah bin Ubaidillah, Sa’ad bin Abi Waqqas dan Zubair bin Awwam. Selanjutnya, Abu Ubaidah bin Jarrah dan banyak lainnya dari penduduk Mekkah.

Abu Bakar tak merasa ragu menerima Islam ketika pertama kali disampaikan Muhammad kepadanya. Atas sikapnya itu Rasulullah berkata: “Tak seorangpun yang pernah kuajak memeluk Islam yang tidak tersendat-sendat dengan bergitu berhati-hati dan ragu, kecuali Abu Bakar bin Abi Quhafah. Ia tidak menunggu-nunggu dan tidak ragu ketika kusampaikan kepadanya.

Padahal Abu Bakar adalah salah seorang pemikir Mekkah yang memandang penyembahan berhala, itu suatu kebodohan dan kepalsuan belaka, tapi ketika Muhammad menerangkan tauhid, gua Hira dan wahyu yang diterimanya, ia justru menerimanya tanpa ragu. Tak hanya itu, keberaniannya menerima Islam juga dibuktikan di depan umum.

Dalam menjalankan dakwah tidak hanya dengan kedamaian jiwanya, dengan sifatnya yang lemah lembut, tapi juga dengan hartanya. Cukup diketahui bahwa ketika Abu Bakar masuk Islam hartanya empat puluh ribu dirham lebih yang disimpannya. Selama itu pula ia terus berdagang dan menghasilkan laba yang cukup besar. Sepuluh tahun kemudian setelah hijrah ke Madinah, hartanya tinggal lima dirham. Semua hartanya ternyata habis untuk berdakwah, mengajak orang ke jalan Allah, kekayaannya digunakan untuk menebus orang lemah dan budak yang masuk Islam karena disiksa majikannya.

Suatu ketika Abu Bakar melihat Bilal yang negro itu oleh tuannya dicampakkan ke ladang yang sedang membara oleh panas matahari, dengan menindihkan batu di dadanya lalu dibiarkannya agar ia mati, karena ia masuk Islam. Bilal hanya berkata berulang-ulang: Ahad, Ahad. Ketika itulah ia lalu dibeli Abu Bakar dan dibebaskan. Hal yang sama juga terjadi pada Amir bin Fuhairah.

Kecintaan Abu Bakar kepada Allah dan Rasulullah sangat besar, sehingga ketika Nabi mendapat gangguan dari kaum Kuraisy, ia selalu siap membelanya. Ibnu Hisyam menceritakan, bahwa perlakuan yang paling jahat dilakukan Kuraisy terhadap Rasulullah ialah setelah agama dan dewa-dewa mereka dicela. Yakni ketika berada di Hijr tiba-tiba Rasulullah diserbu dan dikepung, seseorang dari mereka langsung menarik baju Rasul. Abu Bakar sambil menangis menghalanginya sambil berkata: Kamu mau membunuh orang yang mengatakan hanya Allah Tuhanku! Mereka kemudian bubar. Peristiwa itu belum seberapa dibanding dengan peristiwa lain yang memperlihatkan keteguhan iman Abu Bakar kepada Muhammad dan risalahnya.

Demikian juga sikapnya mengenai isra’ ketika Muhammad berbicara kepada penduduk Mekkah bahwa Allah telah menjalankannya malam hari dari Masjidilharam ke Majidilaqsa lalu bersembahyang di sana. Kisah itu sempat diperolok oleh orang musyrik, malah orang yang sudah Islam pun banyak yang murtad. Mana mungkin? Katanya. Lalu mereka mendatangi Abu Bakar menceritakan ucapan Nabi di masjid, ia membuktikan dengan pergi ke masjid dan mendengarkan Nabi. Usai Nabi melukiskan keadaan Baitulmukadas, Abu Bakar berkata: Rasulullah, saya percayasejak itu Muhammad memanggilnya dengan as-Siddiq.

Sesudah peristiwa isra’ Abu Bakar tetap menjalankan usaha dagangnya, sementara Kuraisy begitu keras mengganggu Nabi dan Abu Bakar serta muslimin lainnya. Ketika kaum muslimin lainnya yang mau tetap bertahan dengan agama mereka Hijrah ke Abisinia, tak terlintas dalam pikiran Abu Bakar unutk ikut bersama. Malah ia tetap tinggal di Mekkah bersama Muhammad, berjuang mati-matian demi dakwah di jalan Allah sambil belajar segala yang diwahyukan Allah kepada Nabi untuk disiarkan kepada umat manusia.

Islam kemudian mendapat kemenangan dengan kekuatan penduduk Yasrib (Medinah) sesudah ikrar Aqabah, Muhammad pun mengizinkan sahabat-sahabatnya hijrah ke kota itu. Orang-orang Kuraisy tidak tahu, Muhammad ikut hijrah atau tetap tinggal di Mekkah seperti tetkala kaum muslimin hijrah ke Abisinia. Abu Bakar lalu meminta izin kepada Muhammad akan pergi hijrah, dan dijawab: “Jangan tergesa-gesa, kalau-kalau Allah nanti memberikan seorang teman kepadamu.

Sejak kaum muslimin pindah ke Yasrib, Abu Bakar tahu kalau kaum Kuraisy memaksa mereka dikembalikan ke Mekkah. Mereka kemudian dipaksa pindah agama, disiksa dan dianiaya. Abu Bakar mengetahui orang-orang musyrik itu berkumpul di Darun-Nadwah, berkomplot hendak membunuh Muhammad. Kalau ia menemani Muhammad dalam hijrahnya itu lalu Kuraisy bertindak membunuh Muhammad, maka Abu Bakar juga dibunuhnya. Sungguh pun begitu, ketika ia diminta Muhammad menunda, ia pun tak ragu.

Sejak itu Abu Bakar telah menyiapkan dua ekor unta sambil menunggu perkembangan. Siang itu ia di rumah tiba-tiba datang Muhammad, ia memberitahukan bahwa Allah mengizinkan hijrah ke Yasrib. Abu Bakar minta izin untuk bisa menemaninya, permintaannya dikabulkan.

Khawatir Muhammad akan melarikan diri sesudah kembali ke rumahnya, pemuda-pemuda Kuraisy segera mengepungnya. Muhammad membisikkan kepada Ali bin Abi Thalib supaya ia mengenakan mantel Hadramautnya yang hijau dan berbaring di tempat tidurnya, Ali pun melakukannya. Lewat tengah malam dengan tidak setahu pemuda-pemuda Kuraisy ia keluar pergi ke rumah Abu Bakar. Ternyata ia memang sedang jaga menunggunya. Keduanya lalu keluar dari celah pintu belakang dan bertolak kea rah selatan menuju Gua Saur, di dalam gua itulah keduanya bersembunyi.

Mereka segera bergegas ke setiap lembah dan gunung mencari Muhammad untuk dibunuh. Sampai di Gua Saur salah seorang dari mereka naik ke atas gua untuk mencari jejaknya. Konon saat itu Abu Bakar sudah mandi keringat ketika terdengar mereka memanggil-manggil. Ia menahan nafas, tidak bergerak dan hanya menyerahkan nasib kepada Allah. Ketika dalam kegalauan, Muhammad berbisik di telinganya: La Tahzan Innallaha Manganaa “Jangan bersedh hati. Tuhan bersama kita.

Para pemuda itu melihat ke sekeliling gua yang dilihat cuma laba-laba di mulut gua itu. Lalu mereka tak jadi masuk gua, terus kembali ke tempat  teman-temannya. Setelah mereka menjauh Muhammad berseru, “Alhamdulillah, Allahu Akbar! Apa penyebab ketakutan Abu Bakar ketika dalam gua? Ternyata ia sudah tidak memikirkan dirinya lagi tapi yang dipikirkannya hanyalah Rasulullah.

Selama berada di Medinah, Abu Bakar tinggal di Sunh pinggiran kota pada keluarga Kharijah bin Zaid dari Banu al-Haris dari suku Khazraj. Ketika Nabi mempersaudarakan orang-orang Muhajirin dan Ansar, Abu Bakar dipersaudarakan dengan Kharijah lalu disusul keluarganya dan anaknya yang tinggal di Mekkah. Lambat laun hubungannya makin akrab, lalu Abu Bakar kawin dengan putrinya, Habibah yang melahirkan Umm Kulsum. Keluarga Abu Bakar tidak tinggal bersamanya di rumah Kharijah bin Zaid di Sunh, tetapi Umm Ruman dan putrinya Aisyah serta lainnya tinggal di Medinah, rumahnya berdekatan dengan Abu Ayyub al-Ansari tempat Nabi tinggal.
Keimanan yang tulus menguasai Abu Bakar, menyebabkan ia sangat setia terhadap Rasulullah. Semua yang dilakukan Rasulullah ia pun turut melakukan. Terhitung sejak hijrah ke Medinah banyak peristiwa yang diikutinya; perang Badr, perang Uhud, sikapnya di Hudaibiyah dan seterusnya.

Sumber :

http://www.gp-ansor.org/hikmah/kisah-abu-bakar-siddiq-pada-masa-nabi.html


Responses

  1. Mengesankan dan banyak menambah ilmu dan wawasan terutama tentang ke-MC-an


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: