Oleh: blogfirman | 11 Januari 2010

KIAMAT 2012 ??

DUNIA saat ini sedang tersihir oleh sebuah film yang berjudul 2012. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, film ini sedang menjadi buah bibir yang riuh. Berbagai macam diskusi dan komentar di media massa maupun dunia maya juga semakin ramai. Akhirnya, antrean panjang pun terjadi di bioskop-bioskop yang memutar film ini.

Film 2012 ini sendiri bercerita tentang hari kiamat. Film dengan biaya pembuatan 200 juta dollar AS ini dibuat oleh Sony Pictures dengan menampilkan beberapa nama bintang besar dalam perfilman dunia seperti John Cusack, Woody Harrelson, Danny Glover dan Chiwetel Ejiofor. Sementara yang menjadi sutradaranya adalah Roland Emmerich. Emmerich sendiri dikenal sebagai sutradara yang terbiasa dengan film-film kolosal. Ia sebelumnya membuat film Independence Day dan The Day After Tomorrow.

Yang menjadikan film ini mampu menyihir publik dunia bukan karena berbagai keunggulan teknis tersebut, tetapi cerita yang disampaikan. Film ini menayangkan ramalan suku Maya kuno bahwa hari kiamat akan terjadi di titik balik matahari musim dingin pada 2012.

Suku Maya salah satu yang menjadi korban kekejaman tentara Spanyol kala melakukan penjajahan di Amerika. Suku ini telah punah karena dibantai. Dahulu tinggal di wilayah selatan Mexico, sekarang menjadi wilayah Guatemala dan Honduras. Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka. Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa.

Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada suatu galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total, orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.

Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya: The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.

Pada 31 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.

Kiamat dalam pandangan Islam

Dalam Islam, kiamat merupakan salah satu rukun iman. Rukun maksudnya adalah unsur pokok, dan tanpa adanya unsur itu maka suatu bangunan yang ditopangnya akan runtuh. Demikian pula keimanan ini, tanpa adanya keimanan kepada kiamat, meskipun iman kepada rukun-rukun yang lain, keimanan itu menjadi sia-sia.

Namun jika membandingkan dengan Islam, konsep kiamat yang dikemukakan oleh suku Maya ini sangat berbeda. Islam meyakini bahwa dalam peristiwa kiamat kelak, akan terjadi huru-hara dahsyat, dan seluruh makhluk hidup akan mengalami kematian. Setelah huru hara dahsyat itu seluruh manusia akan dibangkitkan lagi untuk mempertanggungjawabkan amalnya kepada Allah.

Al-Qur’an telah memberikan gambaran kiamat di berbagai ayatnya. Meskipun tidak kronologis dan tidak lengkap, al-Qur’an telah memberikan informasi memadahi bagi umat manusia. Marilah kita saksikan peristiwa kiamat yang diceritakan oleh al-Qur’an di dalam surat al-Haqqah

“Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.

Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata : Ambillah, bacalah kitabmu (ini). Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab (perhitungan) terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam surga yang tinggi. Buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan): Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.

Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: Wahai alangkah baiknya sekiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaan dariku. (Allah berfirman): Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.” (Al-Haqqah:13-34).

Meskipun meyakini adanya peristiwa kiamat, namun umat Islam menyerahkan persoalan kapan terjadinya kiamat ini kepada Allah. Firman Allah, ” Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui”. (Al A’raf : 187).

Hal yang sama juga dicontohkan oleh Rasulullah saw ketika ditanya tantang kapan terjadinya kiamat, maka beliau menjawab; ”Orang yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada yang bertanya.” (HR. Muslim)

Perbedaan Kiamat Islam-Maya

Ayat-ayat dan hadis di atas memberikan garis besar pokok konsep kiamat dalam Islam. Global, tidak jelas, namun berdasar jelas dan memberikan arah bagi kehidupan manusia. Berbeda dengan konsep suku maya, detil, rinci, tetapi tidak berdasar dan juga tidak mengandung pesan moral apapun.

Beberapa perbedaan antara keyakinan islam dan konsep suku Maya dapat ditegaskan dalam beberapa point berikut;

1- Suku Maya menjelaskan proses kiamat dengan cukup mendetail, sedangkan Islam memberikan gambaran global, namun memadahi. Saking mendetilnya, suku Maya bahkan menyebutkan penyebab kehancuran bumi dan waktu peristiwa itu.

2. Suku Maya menjelaskan kiamat sebagai sebuah peristiwa alamiyah sedangkan Islam menjelaskannya untuk melengkapi keimanan kepada Allah. Sehingga di dalam konsep islam kiamat dikaitkan dengan kebangkitan manusia dan pertanggungjawaban amal manusia.

3. Keyakinan adanya kiamat dalam islam berkaitan dengan upaya mengajak umat manusia untuk senantiasa memelihara tauhid dan akhlak yang baik. Sementara keyakinan kiamat suku Maya tidak berdampak apapun terhadap ketuhanan dan akhlak manusia.

4. Keyakinan kiamat suku Maya tidak didasarkan kepada sesuatu yang jelas, sedangkan keyakinan kiamat dalam islam didasarkan kepada informasi wahyu. Bisa jadi keyakinan suku maya ini berasal dari sisa-sisa ajaran nabi atau Rasul yang diutus Allah, lalu diselewengkan dan diaduk dengan mitos-mitos yang berkembang di masyarakat itu.

Berkaitan dengan rumor kiamat tahun 2012, Badan antariksa Amerika sendiri menyatakan bahwa rumor itu tak berdasar. Demikian harian umum Republika menurunkan laporannya pada 10 November yang lalu. Sementara itu menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Namun kapan terjadinya badai matahari itu pun juga belum dipastikan kapan terjadinya, baru prakiraan saja.

Pengaruh terhadap umat Islam
Dengan perbedaan yang tajam antara keyakinan kiamat versi islam dengan versi suku Maya, maka tak ragu lagi ummat islam tidak boleh mempercayai ramalan itu. Berkaitan dengan santernya pemberitaan kiamat 2012, beberapa pihak di dalam umat Islam merasa khawatir kalau-kalau akan muncul kerancuan konsep kiamat pada sebagian masyarakat. Kekhawatiran ini kemudian memicu munculnya beberapa aksi protes terhadap film 2012.

Tetapi, kenapa protes pada beredarnya film, di mana siapapun tahu bahwa film adalah permainan dan imaginasi manusia? Toh, pengaruh keyakinan suku Maya kepada umat islam belum terbukti. Sementara itu adanya ramalan suku Maya itu jauh-jauh hari sudah ada. Dan di era global seperti saat ini, tidak ada pemberitaan yang bisa ditutup-tutupi lagi. Andaikata koran, majalah, dan televisi di negeri ini berpuasa terhadap suatu pemberitaan, internet yang sudah menjadi makanan pokok sebagian masyrakat tetap menyediakan informasi itu. Lalu dari mulut ke mulut pun mampu menyebarkan suatu berita ke seluruh lapisan masyrakat.

Memang, munculnya film 2012 menjadi sosialisasi keyakinan suku Maya secara tidak langsung. Namun penyikapan yang tidak pada porsinya justru akan memperburuk citra umat Islam. Islam adalah agama wasathan, agama yang equilibrium, seimbang, sehingga dalam menhyikapi segala persoalan pun harus tetap menjaga keseimbangan Islam. Janganlah bertindak ekstrim dengan mengatasnamakan keseimbangan Islam, yang justru tindakan itu akan menghilangkan citra wasathan islam.

Segala bentuk kepedulian terhadap ummat islam tentu harus dihargai dan diberikan apresiasi. Dan akan lebih baik lagi jika kepedulian ini diwujudkan dalam bentuk yang lebih progresif, yaitu dengan membangun sistem imunitas keimanan yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruh oleh pandangan-pandangan non-Islam. Para da’i harus lebih giat lagi mengajak umat untuk memperdalam pemahaman keagamaan, berdasarkan dasar-dasar yang shahih, bukan sekedar mitos dan rumor.

Allahu a’lam bish-Shawab

Sumber:

http://www.muslimdaily.net/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: