Oleh: blogfirman | 15 Februari 2010

Valentine Day Dalam Pandangan Islam

Setiap tanggal 14 Februari, banyak generasi muda, tanpa terkecuali generasi muda Islam merayakan Valentine’s Day (hari kasih sayang). Hari tersebut merupakan hari “keramat” yang ditunggu kedatangannya. Karena bagi kalangan muda, merupakan moment yang tepat untuk mencurahkan kasih sayang kepada sang “pacar”. Valentine’s Day yang dibungkus dengan kertas suram dan lusuh, sepertinya Islami dan dapat diterima akal, tetapi sebenarnya bertentangan dengan al-Quran dan al-Hadis. Sebagian generasi muda Islam berasumsi, “nilai-nilai islam sudah kuno”, sehingga perlu dan sekularisme.

Valentine’s Day, berawal dari semboyan sederhana yang dilancarkan “ghazwul fikri” (infasi pemikiran), yang hasilnya berkembangnya budaya “pacaran”. Saling memberikan kartu ucapan kasih sayang, cendra mata berupa kado, kembang gula, boneka lucu, dan pernak-pernik lainnya.

Pada umumnya, pernak-pernik untuk keperluan Valentine’s Day bernuansa pingk, warna yang terkesan lembut dan romantis. Warna ini sangat pas mewakili perasaan damai orang yang sedang kasmaran, atau yang ingin memanfaatkan moment itu untuk mengungkapkan perasaannya.

Pada awalnya, Valentine’s Day merupakan acara pemberian kasih sayang kepada orang tua dari anak, dari abang kepada adik dan kepada keluarga-keluarga lainnya. Namun realitasnya belakangan ini disalahgunakan oleh kalangan muda/i. Mereka biasanya membuat acara spesial Valentine’s Day dengan kawan-kawan sebaya, dengan pacar dan sebagainya.

Sejarah Valentine’s Day
Sebenarnya, sejarah Balentine’s Day ada beberapa versi. Dalam tulisan ini cukup diulas dua versi saja. Pertama, pada abad ke-3 M, berkuasa seorang raja Romawi yang bernama Claudus II Chotcus. Pada tanggal 14 Februari 269 M, raja Romawi tersebut menghukum seorang pendeta yang bernama Santo Valentine, yang dianggap bersalah karena menentang ketentuan kerajaan.

Santo Valentine’s telah menikahkan sepasang remaja, yang sedang menjalin cinta kasih. Tindakan ini dianggap bertentangan dengan ketentuan kerajaan. Ketentuan raja Romawi saat itu, laki-laki muda dan single dilarang menikah. Sebab, prajurit kerajaan yang belum menikah dianggap memiliki keunggulan yang luar biasa di medan perang.

Bagi pihak gereja, tindakan Santo Valentine’s dianggap benar, karena sudah melindungi orang yang sudah bercinta. Sehingga ia dinobatkan sebagai pahlawan “kasih sayang”. Bahkan, Paus St Julius I, membangun monumen untuk menghormati jasa beliau.

Kedua, Valentine’s Day juga merupakan warisan budaya Romawi kuno, yakni pemujaan dan penyembahan terhadap dua dewa besar. Yaitu Desa Lupercus (dewa kesuburan, padang rumput dan ternak), dan dewa Faunus (dewa alam semesta). Upacara ini dilakukan setiap tanggal 15 Februari, masa kekuasaan Kaisar Constantine (280-337).

Upacara pemujaan terhadap dua maha dewa tersebut, diawali dengan penyembelihan binatang ternak. Darah dari pisau penyembelihan binatang ternak tersebut, dioleskan ke dahi para pemuda yang mengikuti upacara sakral tersebut. Selanjutnya, dibuat cambuk dari kulit hewan kurban, dan dibawa mengelilingi bukit “Falatine”.

Dalam acara mengelilingi bukit Falatine, para pemuda akan mencambuki setiap gadis dan wanita yang ditemuinya. Anehnya, wanita yang dicambuk itu, menerima dengan senang hati, tanpa perasaan marah dan dendam. Karena mereka beranggapan cambuk tersebut “bertuah” dan dapat mengembalikan kesuburan wanita.

Setelah upacara perayaan selesai, raja memberikan kesempatan wanita, untuk menyampaikan pesan cintanya kepada laki-laki pujaannya, pada sebuah jambangan besar yang telah disediakan. kemudian remaja pria akan menerima pesan-pesan cintanya tersebut.

Dilanjutkan dengan cinta kasih, antara sepasang remaja yang telah saling memberi dan saling menerima cinta. Kemudian secara berpasang-pasangan bernyanyi bersama, dan berdansa.

Tinjauan Islam Tentang Valentine’s Day
Adapun tinjauan Islam tentang Valentine’s Day adalah sebagai berikut, yaitu. Pertama, Valentine’s Day adalah kebudayaan non muslim. Menilik sejarah Valentine’s Day, terlihat bahwa hal tersebut salah satu upacara peribadatan (pensucian diri) umat Nasrani, yang diadopsi dari budaya Romawi kuno.

Valentine’s Day tidak bersumber dari Al-Qur’an dan Al Hadist. Islam tidak memperkenankan (haram) mengambil peribadatan yang tidak mempunyai dasar hukum, di luar al-Quran dan al-Hadis. Tindakan yang demikian dinamakan bid’ah. Hadis Rasulullah, “Siapa yang mengada-ada sesuatu dalam agama Islam, sesuatu yang tidak ada dasar dari padanya, maka ia pasti ditolak”. HR.Bukhari Muslim.

Islam adalah agama yang universal, sehingga tidak ada yang tinggal dan tidak dijelaskan Allah maupun Rasulnya. Allah SWT, memerintahkan umatnya agar selalu berada di dalam al-Quran dan al-Hadis. Firman Allah: “Sesungguhnya inilah jalanku, yang lurus, ikutilah dan jangan mengikuti yang lainnya. (QS. 06:153) Namun realitasnya, tidak sedikit generasi muda Islam, yang terbawa arus mengikuti perayaan Valentine’s Day tersebut. Padahal dalam Islam, perbuatan yang demikian jelas tidak diperbolehkan.

Kedua, Valentine’s Day adalah perbuatan mendekati zina. Islam melarang umatnya untuk mendekati zina, apalagi turut andil dalam perbuatan zina. Firman Allah, “Janganlah engkau mendekati zina, sesungguhnya zina itu perbuatan yang kotor dan seburuk-buruk jalan. (QS 17:32). Pacaran merupakan salah satu perbuatan yang mendekati zina, karena itu Islam tidak mengenal “konsep pacaran”.

Ketiga, Valentine’s Day adalah perbuatan mubazzir. Umat Islam dituntut untuk meninggalkan kehidupan yang berpoya-poya dan bermewah-mewah. Dunia adalah perantarah (wasilah) untuk menuju kehidupan akhirat yang abadi. Umat Islam harus senantiasa mensyukuri nikmat Allah, dan membelanjakajn apa yang dimilikinya kepada jalan Allah.

Oleh

Drs Lokot Lubis


Responses

  1. Wah.. kl gt aQ dh sesuai dg Tinjauan Islam yg kdua ttg Valentine’s Day dunk.. yaitu:tidak brpacaran.. wekekeke


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: