Oleh: blogfirman | 29 Juli 2011

Dialog Hati dan Logika

Ketika kantuk tak lagi bersahabat, raga terdiam sejenak…

Membangunkan Hati untuk berdialog dengan logika

 

” Mengapa ketika sedang dalam keadaan penuh amarah, berbicara pun harus dengan suara yang kuat bahkan harus berteriak?”tanya Hati memulai …

Logika terdiam sejenak, kemudian menjawab, “Mungkin saat itu kesabaran telah hilang.”

Tapi…” sang Hati balik bertanya, “Bukankah, lawan bicara berada dekat dengannya, mengapa harus berteriak?” Apakah tidak bisa berbicara dengan nada yang lebih halus?

Logika kembali terdiam, entah apa yang ada dalam pemikirannya..

Dicobanya untuk beragumentasi, namun tak satupun jawabannya menyentuh relung Sang Hati… Ia pun terdiam lemah dalam keakuannya…

Sang Hati mencoba meredam kebisuan …

Katanya,”Ketika sedang dalam situasi penuh amarah, jarak antara kedua hati berjauhan walaupun kedua raga begitu dekat… Bahkan seringkali terjadi, jarak kedua hati akan semakin jauh, sampai tak tersentuh akal … Untuk menggapainya harus terus dengan suara yang keras, berteriak… teriak dan terus berteriak…!  Aneh…, semakin keras berteriak, jarak hati semakin terpisah.. hingga cenderung sulit untuk digapai…

Sang Hati kembali melanjutkan…

Sebaliknya apa yang terjadi ketika sedang Jatuh Cinta?

Hati menjadi begitu dekat… bahkan tak berjarak…

Suara yang terdengar begitu halus, begitu indah…

Bahkan sering kali sepatah katapun tak mampu terucap…

Hanya sekerdip mata penuh sorotan penuh pesan …

Sang Hati mencoba bijaksana, sementara Logika mencoba mencermati …

Kata Sang Hati, ” Ketika sedang dilanda amarah janganlah memberi jarak pada hati… mungkin diam… tanpa kata adalah cara yang lebih bijak…

Usai keduanya berdialog, kuhempaskan ragaku yang penat, kusucikan jiwaku dengan air wudlu’ meninggalkan segala kantuk untuk sejenak terjaga… Kusujud dalam shalat malamku…

Agar Hati dan Logika mendekat kepada Allah, hingga tak berjarak lagi …

Luluh dalam dekapan istighfar panjang …

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: