Oleh: blogfirman | 10 Oktober 2011

Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai

Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai?
Kamu tersenyum meski hatimu terluka karna yakin ia milikmu?
Kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamu
Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka
Dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta

Pernahkah cinta memerahkan hati, membutakan mata
Kepekatannya menutup mata hatimu, memabukkanmu sesaat di nirwana
Dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu
Padahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu
Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya

Cinta adalah pesan Agung ALLAH pada umat manusia
DitulisNYA ketika mencipta makhluk-makhlukNYA di atas Arsy
Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah
Menuju kepatuhan pengabdian kepada ALLAH dan RasulNYA
Dan saat pena cinta ALLAH mewarnai melukis hatimu,
Satu jam bersama terasa 1 menit saja

Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan ALLAH
Kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju ILLAHI
Membawa ketundukkan tulus pengabdian kepada ALLAH dan RasulNYA
Namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia
Alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dan kebenaran

Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan ALLAH
Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu
Memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas
Menjadi media amaliyah dan ketundukkan tulus pengabdian kepada ALLAH
Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki

Agungnya kepatuhan cinta ALLAH bisa ditemukan dikehidupan alam semesta
Seperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunya
Tak sedetikpun bergeser dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadian
Karena ALLAH adalah kekasih Dzat yang abadi

Cintailah kekasihmu setulusnya maka ALLAH akan mencintaimu
Karena ALLAH mengajarkan cinta tulus dan agung
Cinta yang mengalahkan amarah menebarkan keharmonisan
Seperti ikhlas dan tulusnya Rasul mengabdi pada ILLAHI
Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki

By: Eko Jalu Santoso


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: